Penutupan tersebut berlangsung di tengah aktivitas vulkanik Gunung Ili Lewotolok yang masih terjadi. Pagi tadi, pada pukul 06.35 Wita, gunung api tersebut kembali mengalami erupsi dengan kolom abu teramati mencapai sekitar 800 meter di atas puncak dan bergerak ke arah barat.

"Sebaran abu vulkanik menjadi perhatian dalam operasional penerbangan karena dapat memengaruhi keselamatan penerbangan apabila berada di wilayah penerbangan. Oleh karena itu, kondisi sebaran abu dan perkembangan aktivitas vulkanik terus menjadi bagian dari pemantauan dalam penerbitan informasi aeronautika," terang Hermana.