Massa juga menyoroti keterwakilan perempuan dalam pemerintahan. Mereka menilai komposisi perempuan masih belum setara dengan laki-laki.
Dalam kesempatan itu, mereka juga mendorong penerapan paritas gender dengan komposisi 50:50 antara perempuan dan laki-laki dalam pemerintahan.
"Harusnya ditetapkan paritas, di mana 50-50 antara kuota gender perempuan dan laki-laki, karena pemerintah saat ini tidak menerapkan kesetaraan," tuturnya.
Mereka berharap perempuan dan anak tidak lagi diposisikan sebagai kelompok rentan serta mendapatkan perlindungan yang layak.
Tak hanya isu perempuan, peserta Women's March Jakarta turut menyuarakan penolakan terhadap program MBG. Mereka menilai anggaran program tersebut sebaiknya dialihkan untuk kebutuhan pendidikan dan pembangunan nasional.