Iqbal yakin aktivitas itu bisa dibawa ke daerah asalnya, sehingga sampah bisa diberdayakan untuk mendukung peningkatan pendidikan.

Dia pun menilai model tersebut dapat pula diterapkan di wilayah lain dan akan menjadi perantara untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Pandangan serupa disampaikan Devira, asal Nusa Tenggara Barat (NTB). Dia tertarik mempelajari tabungan sampah yang memungkinkan anak-anak PAUD membayar biaya sekolah melalui sampah yang dikumpulkan.

"Membuat saya ingin mempelajari dan mencoba menerapkannya di daerah Sumbawa, NTB," ujar Devira.