NADIKABAR.COM — Peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Kepolisian (SPPK) Angkatan ke-4 Tahun Anggaran 2026 menggelar Focus Group Discussion (FGD) mengenai kepemimpinan strategis dan tata kelola organisasi di Aula SDM Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis.
Kegiatan yang menjadi bagian dari Management Training Course (MC) Level III tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan kepemimpinan, analisis organisasi, serta perumusan kebijakan strategis bagi para perwira kepolisian.
Kepala Biro SDM Polda Metro Jaya Kombes Pol. Agus Nugroho menyambut baik pelaksanaan FGD tersebut sebagai wadah bertukar pengalaman dan pengetahuan terkait pengelolaan sumber daya manusia (SDM) Polri.
"Kegiatan ini menjadi wadah untuk saling bertukar pengetahuan, pengalaman, dan praktik pengelolaan organisasi. Kami berharap para peserta didik dapat memperoleh wawasan yang bermanfaat dan menerapkannya dalam pelaksanaan tugas di satuan kerja masing-masing," kata Agus dalam keterangannya, Kamis.
Dia mengatakan forum diskusi itu memberikan wawasan mendalam mengenai tata kelola organisasi serta tantangan nyata yang dihadapi satuan kerja di lapangan dalam mendukung tugas kepolisian.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta didik mempelajari materi analisis organisasi melalui pendekatan Organization Health Audit (OHA) dan Environmental Scanning untuk menilai kondisi internal serta mengidentifikasi peluang dan tantangan dari lingkungan eksternal.
Sementara itu, Ketua Tim SPPK Brigjen Pol. Lutfi Martadian menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis dan berbasis data bagi seorang pemimpin kepolisian modern.
"Seorang pemimpin tidak cukup hanya memahami tugas pokok dan fungsi organisasi. Pemimpin juga harus mampu mengenali kekuatan dan kelemahan internal, membaca peluang serta tantangan eksternal, sehingga setiap keputusan yang diambil dapat dilakukan secara tepat, terukur, dan berbasis data," ujar Lutfi.
Melalui pendekatan OHA dan Environmental Scanning, kata dia, peserta didik dilatih menganalisis berbagai faktor yang memengaruhi kinerja serta pencapaian tujuan organisasi Polri secara objektif.
FGD itu pun diharapkan dapat membekali peserta didik dengan wawasan praktis yang dapat diterapkan pada satuan kerja masing-masing.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pengembangan SDM Polri guna mencetak pemimpin yang profesional, adaptif, berintegritas, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan pelayanan kepolisian yang optimal.