"Insyaallah tinggal pemulihan. Semua sudah didata oleh pondok, jadi tidak ada kekhawatiran terhadap orang tua," ujar Subandi dikutip NadiKabar saat mengudara di Suara Surabaya, Selasa (1/9/2026).
Terkait dugaan penyuplai makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanggulangin, Subandi menyatakan akan melakukan evaluasi dan peninjauan langsung ke lokasi besok.
"Besok kita akan cek ke lokasi SPPG yang ada di Tanggulangin, kenapa sampai terjadi seperti ini. Tugas kita sebagai kepala daerah adalah pengawasan," tandas Subandi.
Menurut Subandi gejala ratusan santri hampir sama, yakni mual dan diare. Saat ini ratusan santri yang telah dibawa ke rumah sakit tinggal pemulihan.
"Persoalannya hanya diare-diare saja. Insyaallah tinggal pemulihan. Semua sudah didata oleh pondok, jadi tidak ada kekhawatiran terhadap orang tua," ujar Subandi.
Subandi juga membantah tegas terkait adanya kabar santri yang meninggal dunia. Kabar ini beredar luas di media sosial yang menyebutkan 12 santri meninggal dunia akibat keracunan.
"Semuanya anak-anak kita yang tiba di rumah sakit semua sudah termonitor semua, ya. Ini tadi yang sudah sembuh-sembuh tak suruh pulangkan. Berarti tidak ada bahasa yang meninggal itu tidak ada, ya. Tidak ada yang meninggal," kata Subandi.