Inggal menerangkan, ketika hendak kembali ke Malang, pesawat itu sempat transit di Bandara Adisutjipto Jogja untuk mengisi bahan bakar dan cek mesin. Dalam perjalanan dari Jogja menuju Lanud Abdulrachman Saleh Malang, tiba-tiba mesin pesawat itu bermasalah.
"Saat berada di wilayah udara Kabupaten Blora, terjadi permasalahan mesin sehingga melaksanakan pendaratan darurat di Kecamatan Ngawen ini," ujar dia.
Kepolisian langsung mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi.
"Alhamdulillah saat melaksanakan pendaratan darurat tersebut untuk kopilot dan pilot itu berhasil selamat dan saat ini sudah dilakukan perawatan di Puskesmas Kecamatan Ngawen," kata Inggal.
Polres Blora tengah berkoordinasi dengan pihak yang berkaitan dengan pesawat tersebut.
"Yang jelas sampai nanti ada pemberitahuan lebih lanjut, ini TKP kami buat status quo. Mungkin nanti ada hal-hal sparepart atau apa yang mungkin perlu dicek atau tidak. Kami sudah koordinasi dengan pihak-pihak terkait yang berkompeten," ucapnya.
Inggal menambahkan, pilot dan kopilot pesawat itu merupakan anggota Federasi Aero Sport Indonesia (FASI). Hingga kemarin malam, bangkai pesawat itu masih berada di lokasi jatuhnya.