Kedua kereta melaju dengan kecepatan sekitar 60 mil per jam (sekitar 96 km/jam) saat tabrakan terjadi. Sebanyak 12 penumpang tewas dan 85 orang lainnya mengalami luka-luka (23 di antaranya luka serius).

Pihak berwenang menyatakan bahwa petugas pengatur lalu lintas kereta api di jalur tersebut sedang asyik bermain gim di ponselnya, yang kemungkinan besar menjadi penyebab kecelakaan itu.

Sementara itu, menurut jaksa penuntut, petugas tersebut memainkan gim komputer di ponselnya. Petugas melakukan kesalahan dalam pemberian sinyal, lalu menghubungi nomor darurat yang salah.