Presiden Pezeshkian menyampaikan hal itu saat bertemu dengan perwakilan aliansi Perjanjian Mekah, antara lain Menteri Pertahanan Arab Saudi Khalid bin Salman, Panglima Angkatan Darat Pakistan Asim Munir, dan Kepala Intelijen Turkiye Ibrahim Kalin. Turut mendampingi Pezeshkian dalam pertemuan itu ialah Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Mohsen Rezaei.
Perjanjian pertahanan bersama, dikenal sebagai Perjanjian Mekah, ditandatangani oleh Arab Saudi, Pakistan, dan Turkiye pada 7 Agustus lalu.
Berdasarkan dokumen tersebut, serangan bersenjata terhadap salah satu negara peserta dianggap sebagai serangan terhadap ketiga negara tersebut.