NADIKABAR.COM โ Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ibu Kabupaten Halmahera Barat meminta masyarakat dan wisatawan menghindari aktivitas dalam radius dua kilometer dari Gunung Ibu serta perluasan sektoral 3,5 kilometer ke utara kawah aktif, menyusul erupsi gunung tersebut.
Petugas PGA Ibu mencatat 103 kali erupsi terjadi pada Rabu (14/10), dengan tinggi kolom abu berkisar 200 hingga 600 meter di atas puncak gunung.
โUntuk periode pengamatan sejak pukul 00.00 hingga 24.00 WIT, Gunung Ibu erupsi dengan menyemburkan abu vulkanik berwarna kelabu,โ kata petugas PGA Ibu Muhammad Hafizh Naufal As-shiddiq dalam siaran pers diterima di Ternate, Maluku Utara, Kamis.
Selain erupsi, aktivitas kegempaan Gunung Ibu pada periode tersebut meliputi 11 kali gempa tremor dengan amplitudo 3-28 milimeter dan durasi 46-107 detik. Selain itu, tercatat tiga kali gempa guguran dengan amplitudo 4-20 milimeter dan durasi 36-50 detik, serta tiga kali gempa embusan dengan amplitudo 4-8 milimeter dan durasi 37-41 detik.
PGA Ibu melaporkan kondisi cuaca di sekitar gunung cerah, berawan, hingga mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur laut, barat daya, dan barat, dengan suhu udara berkisar 23,2-30,5 derajat Celsius. Kelembapan udara 75,1-100 persen dan tekanan udara 753,7-756,8 mmHg.
Petugas PGA Ibu Darsono Haji Muhammad Nur mengatakan status Gunung Ibu yang memiliki ketinggian 1.325 meter di atas permukaan laut masih berada pada Level II atau Waspada.
Ia meminta masyarakat sekitar gunung, termasuk pengunjung dan wisatawan, mematuhi rekomendasi keselamatan dengan tidak beraktivitas dalam radius dua kilometer dari gunung serta pada perluasan sektoral sejauh 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara kawah aktif.
Selain itu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan masker untuk melindungi hidung dan mulut serta kacamata untuk melindungi mata apabila terjadi hujan abu vulkanik.
PGA Ibu juga mengingatkan seluruh pihak agar menjaga situasi tetap kondusif, tidak menyebarkan informasi bohong, serta tidak mudah terpengaruh isu yang tidak jelas sumbernya.
Masyarakat diminta mengikuti arahan pemerintah daerah terkait dengan perkembangan aktivitas gunung api.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat juga diharapkan terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung maupun Pos Pengamatan Gunung Ibu di Desa Gam Ici untuk memperoleh informasi terkini mengenai aktivitas vulkanik.
Masyarakat dan instansi terkait dapat memantau perkembangan aktivitas serta rekomendasi Gunung Ibu melalui aplikasi Magma Indonesia, laman resmi https://magma.esdm.go.id, atau kanal media sosial PVMBG.