NADIKABAR.COM — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) memanfaatkan inovasi pupuk Geothermal Organic Fertilizer (GeO-Fert) untuk membantu petani di Kamojang, Kabupaten Bandung, menghasilkan sekitar 70 ton kubis varietas Granova dari lahan seluas 1,2 hektare.
Panen Kelompok Tani Hutan (KTH) Cikondang di Desa Laksana, Kecamatan Ibun, tersebut menghasilkan nilai penjualan sekitar Rp78 juta, sementara penggunaan GeO-Fert membantu menghemat biaya pembelian pupuk sekitar Rp20 juta.
"Panas bumi juga hadir untuk membantu masyarakat mengolah limbah organik menjadi produk yang bisa kembali dipakai untuk bertani," kata Direktur Operasi PGE Andi Joko Nugroho dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Sabtu.