NADIKABAR.COM β€” PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menyatakan siap untuk membawa Indonesia menjadi raja panas bumi dunia melalui pengembangan berbagai proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP).

β€œJangan diragukan lagi, kita sudah siap untuk bawa Indonesia menjadi leader geothermal di dunia,” ujar Direktur Utama PGE Ahmad Yani dalam Media Briefing Laporan Keuangan Kuartal III-2026 PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. di Jakarta, Rabu.

Yani menyampaikan, PGE menargetkan dapat merealisasikan target kapasitas terpasang 1 gigawatt (GW) pada 2028 dan 1,8 GW pada 2033.

Saat ini, PGE memiliki kapasitas terpasang yang dikelola secara mandiri sebesar 727 megawatt (MW). Untuk mencapai 1 GW, PGE memprioritaskan 12 proyek pengembangan berkapasitas total 320 MW.

Proyek tersebut meliputi Ulubelu Binary Unit 1, 2, 3 (30 MW); Hululais Unit 1 & 2 (110 MW); Lahendong Low Pressure (15 MW); Lahendong Binary Unit 1 (15 MW); Lumut Balai Binary Unit 1 (10 MW).

Selanjutnya, terdapat Sibayak Binary Unit (5 MW); Hululais Binary Unit 1 (30 MW); Sungai Penuh Low Pressure (10 MW); Lumut Balai Binary Unit 2 (10 MW); Ulubelu Low Pressure (10 MW); Ulubelu Extension (Gunung Tiga) (55 MW); dan Lumut Balai Low Pressure Unit 1 & 2 (20 MW).

Dari portofolio tersebut, PGE mengakselerasi lima proyek dengan total kapasitas 105 MW yang semula dijadwalkan beroperasi setelah 2028.

β€œJadi, untuk menuju ke sana apakah bisa? Ya bisa, potensinya sudah ada, tidak ada masalah. Tidak ada masalah terkait dengan resource potential. Sudah banyak,” ujar Yani.

Selain itu, ia juga menyampaikan dukungan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga berkontribusi dalam mewujudkan ambisi Indonesia untuk menjadi raja panas bumi dunia.

β€œKita sebagai negara yang memiliki potensi geotermal terbesar di dunia, seharusnya Indonesia itu menjadi pusat dari geotermal di dunia. Nah, itulah mimpi kita ke depan,” kata Yani.