Meski demikian, pengembangan jargas di suatu wilayah perlu mempertimbangkan ketersediaan pasokan, kesiapan infrastruktur, potensi kebutuhan pelanggan, serta keekonomian pembangunan jaringan agar dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.

“PGN senantiasa terbuka untuk berkolaborasi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam mengidentifikasi potensi pengembangan pemanfaatan gas bumi di berbagai daerah, termasuk Trenggalek,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Gas Bumi Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Muhiddin mengatakan pengembangan jargas dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor yang mencapai 7,5 juta ton per tahun.