NADIKABAR.COM β PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) telah merealisasikan hampir 50.000 sambungan jaringan gas bumi (jargas) rumah tangga di Kota Surabaya dari target 59.900 sambungan pada periode 2025β2026 untuk memperluas akses energi bagi masyarakat.
βPengembangan jaringan gas bumi di Surabaya terus kami lakukan secara bertahap, disertai sosialisasi agar masyarakat memahami manfaat layanan, proses pemasangan, serta aspek keselamatan penggunaannya,β kata Area Head Surabaya PGN Sales and Operation Region III (SOR III) Arief Nurrachman di Surabaya, Minggu.
Arief mengatakan PGN terus mengintensifkan sosialisasi menjelang akhir tahun untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus mendukung pencapaian target pengembangan jargas di sejumlah kawasan di Surabaya.
Salah satu wilayah pengembangan adalah Kelurahan Lontar, Surabaya Barat, yang memiliki target sekitar 4.500 sambungan jargas pada periode 2025β2026, dengan pemasangan jaringan pada 2026 yang sedang berlangsung di lima rukun warga (RW).
Ia menjelaskan pengembangan di Lontar dilakukan bertahap karena wilayah tersebut memiliki sekitar 30.000 rumah tangga yang tersebar di 16 RW, sementara jaringan gas bumi belum menjangkau seluruh kawasan.
PGN juga telah mengusulkan perluasan jaringan ke 10 RW di Lontar pada 2027 dengan pelaksanaan yang akan menyesuaikan perencanaan dan persetujuan program terkait.
Untuk mendukung perluasan layanan, PGN menggelar sosialisasi bagi pelanggan dan calon pelanggan di Kelurahan Lontar pada Sabtu (24/10), yang menjadi kegiatan ketujuh PGN Area Surabaya sepanjang 2026.
Arief mengatakan sosialisasi tersebut mencakup edukasi manfaat gas bumi, proses penyambungan, dan prosedur keselamatan agar masyarakat dapat memanfaatkan jargas secara aman dan sesuai ketentuan.
Selain Lontar, pengembangan jargas di Surabaya juga mencakup sejumlah wilayah, antara lain Kandangan, Sememi, Simo Mulyo Baru, Manukan Kulon, Manukan Wetan, Gunung Anyar, Menur, dan Mojo.
Sementara itu, Lurah Lontar Iwan Ahmadi berharap perluasan jaringan gas bumi dapat menjangkau lebih banyak rumah tangga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayahnya sehingga membantu meningkatkan efisiensi kegiatan usaha masyarakat.