NADIKABAR.COM — Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali mengungkap okupansi hotel di Pulau Dewata masih stabil di angka 80 persen meski di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau yang berdampak terhadap sejumlah penerbangan. Bahkan, sejumlah hotel disebut mencatat tingkat hunian di atas angka tersebut karena masih dalam periode high season.
"Okupansi hotel memang rata-rata masih 80 persen. High season sudah mulai berdampak sejak Juli, Agustus, September, Oktober," ujar Wakil Ketua PHRI Bali, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, saat dihubungi NadiKabar, Senin (7/9/2026).
Menurut Rai, kondisi kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali juga masih stabil. Rata-rata kunjungan wisman disebut mencapai sekitar 17 ribu orang per hari dengan dominasi kunjungan dari Australia, China, dan India.
"Kontribusi yang paling besar banyak yang dari Australia bulan lalu, ada Cina lagi. Tergantung session-nya, kadang-kadang Australia tetap nomor satu, kadang-kadang tim redaksi Cina dan India," imbuhnya.
Rai mengakui erupsi Gunung Anak Krakatau sempat berdampak terhadap sejumlah penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, terutama rute domestik dari dan menuju Jakarta. Meski begitu, ia menyebut sejauh ini kondisi tersebut belum terlalu berdampak terhadap okupansi hotel di Bali.