"Kami justru secara mengejutkan mampu meraih medali perunggu pada PON XXI di Aceh-Sumut tahun 2024 dan ini menandakan potensi besar sepak bola putri di Papua Pegunungan maka perlu didukung dan didorong secara maksimal," ujarnya.
Issan mengatakan Piala Pertiwi Papua Pegunungan juga menjadi sarana memantau kemampuan pemain dari berbagai kabupaten untuk dipersiapkan mengikuti Pra-PON 2027 menuju PON XXII Nusa Tenggara Timur-Nusa Tenggara Barat.
"Kami sengaja menggelar Piala Pertiwi ini karena selama beberapa tahun perwakilan dari Papua Pegunungan diwakili oleh Persitoli Tolikara sehingga tahun ini digelar supaya dapat dilihat potensi sepak bola dari daerah lain di Papua Pegunungan. Dan kegiatan ini juga sebagai sarana seleksi pemain untuk mengikuti Pra-PON sepak bola putri tahun 2027," katanya.
Ia menjelaskan pemain hasil pembinaan melalui Piala Pertiwi Papua Pegunungan juga berpeluang mengikuti kompetisi tingkat nasional.
Pesepak bola Wamena United menghadapi Persilani Lanny Jaya pada laga pembuka Piala Pertiwi Papua Pegunungan 2026 di Stadion Pendidikan Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Sabtu (24/10/2026). Pertandingan berakhir imbang 0-0. ANTARA/Yudhi Efendi