Keberanian dan ketenangan sang putri, saat menyampaikan gagasan di hadapan banyak peserta forum internasional membuat Ashanty merasa takjub.

"Ya jadinya memang harus jadi agak terburu-buru ngomongnya ya, cuma aku juga amazed dengan bahasa Inggris yang secepat itu. Satu menit doang waktunya tapi dia harus ngomong, alhamdulillah lancar," bebernya.

Ketertarikan Arsy pada dunia diplomasi rupanya berakar dari sejarah keluarganya. Ashanty menceritakan, minat sang buah hati muncul setelah melihat buku-buku serta rekam jejak mendiang kakeknya yang dahulu bertugas di lembaga PBB dan UNICEF.