NADIKABAR.COM — Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menghadirkan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 33 Tangerang Selatan, Banten, sebagai ruang bagi siswa untuk mendapatkan konseling sekaligus edukasi kesehatan reproduksi.
Program tersebut merupakan kolaborasi Kemendukbangga/BKKBN bersama Kementerian Sosial (Kemensos) untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan mental remaja, mencegah perilaku berisiko serta perkawinan usia anak, sekaligus membantu remaja menyiapkan masa depan secara sehat dan terencana.
Wamendukbangga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka dalam keterangannya di Jakarta, Senin, mengatakan keberadaan ruang konseling sebaya penting, karena remaja cenderung lebih nyaman berbagi persoalan dengan teman sebayanya.
PIK-R tidak hanya menjadi tempat memperoleh informasi, tetapi juga menjadi ruang bagi remaja untuk saling mendukung dan menemukan solusi atas persoalan yang dihadapi.
"Kalau punya hal-hal yang mengganjal, ada yang dipendam, harus bisa sharing (berbagi) dengan sesamanya supaya kita bisa cari solusinya," ujar Isyana.
Ia menjelaskan penguatan pendampingan remaja menjadi bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia berkualitas.
Berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) tahun 2025, jumlah penduduk Indonesia sekitar 286 juta jiwa, dengan sekitar 190 juta jiwa berada pada usia produktif.
Besarnya jumlah penduduk usia produktif menjadi peluang bagi Indonesia untuk mengoptimalkan bonus demografi. Namun, Isyana menegaskan hal itu tidak otomatis menjadi keuntungan tanpa dukungan pendidikan, kesehatan, dan kesempatan kerja yang memadai.
"Ini ada syaratnya, pendidikan dan kesehatannya harus bagus, pekerjaannya juga harus tersedia. Nah, inilah yang sedang dilakukan dan diupayakan oleh Presiden Prabowo Subianto melalui berbagai programnya, termasuk Sekolah Rakyat ini," katanya.
Menurutnya, Sekolah Rakyat sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto, yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Melalui program ini, pemerintah berupaya memperluas akses pendidikan, sehingga anak-anak dari berbagai latar belakang memiliki kesempatan untuk berkembang secara optimal.
Selain pendidikan, kesehatan mental menjadi perhatian penting dalam pembangunan remaja. Isyana menjelaskan bahwa masa remaja merupakan periode ketika otak masih berkembang dalam pengambilan keputusan dan pengendalian diri. Ia mengingatkan remaja agar tidak ragu meminta bantuan apabila menghadapi persoalan yang tidak dapat diselesaikan sendiri.
"Jangan pernah malu untuk minta pertolongan dan datang ke petugas medis atau mendapatkan pertolongan lebih lanjut. Kalau ada permasalahan, ketika masih kecil bisa diatasi dengan lebih mudah," tuturnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan mengapresiasi kolaborasi tersebut untuk mendukung remaja melalui pendidikan dan pembinaan mental.