NADIKABAR.COM — Sebanyak 47 desa di Cianjur dipastikan menggelar pemilihan kepala desa serentak dengan menggunakan sistem digital pada 18 Oktober 2026. Bahkan, Pemerintah Kabupaten Cianjur mengklaim penerapan sistem tersebut dapat menghemat anggaran hingga Rp 2,5 miliar.
Bupati Cianjur dr Muhammad Wahyu mengatakan pihaknya sudah mulai menjalankan tahapan Pilkades serentak, yakni dengan melakukan sosialisasi di tingkat kabupaten.
Bahkan, dalam sosialisasi yang melibatkan Forkopimda hingga Camat tersebut juga dilakukan simulasi. Terdapat tiga bilik suara yang sudah disiapkan alat khusus untuk memilih kandidat secara digital.
Setelah masuk bilik suara, calon pemilih tinggal menempatkan formulir yang telah dilengkapi barcode khusus. Begitu pemindaian selesai, pemilih tinggal menentukan foto calon yang dipilih.