Hal serupa diungkap ketua RT setempat bernama Sutisna. Di mata warga sekitar, Dini merupakan sosok yang baik dan selalu berpartisipasi setiap ada kegiatan warga.
"Kalau dibilang nggak neko-neko mah bener, orangnya memang baik. Kalau ada kegiatan apa-apa nih, dia mah nggak pernah lewat pasti ikut partisipasilah intinya, kasih dukungan uang atau apa," kata Sutisna ditemui di kediaman Dini.
Sutisna tidak menyangka karena ternyata Dini dan anaknya yang sempat dikabarkan hilang, ternyata ditemukan tewas dibunuh. Terlebih, pelaku ternyata suaminya sendiri, Dwi Bagus.
Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur memeriksa tungku yang diduga berkaitan dengan pembakaran jasad Dini. Polisi menemukan tulang korban di dalam tungku tersebut.
Tungku tersebut berada di belakang rumah yang dihuni pelaku di Jalan Kunir, Kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. Bangunan itu menyerupai cerobong dengan tinggi sekitar 2 meter dan terbuat dari bata ringan berwarna putih.
Pemeriksaan tungku dilakukan dalam rangkaian olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim Jatanras dan Satreskrim Polres Madiun Kota. Petugas mengumpulkan bukti forensik untuk mengungkap kasus yang menewaskan ibu dan anak tersebut.
Polisi sendiri menemukan sisa jasad korban berupa tulang di dekat tungku pembakaran sampah.
"Hanya berupa tulang korban yang ditemukan di tungku," ujar Kasat Reskrim Polres Madiun kota AKP Agus Riyadi kepada wartawan, dilansir NadiKabar, Selasa (27/10).