NADIKABAR.COM — Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) resmi meluncurkan hasil Programme for International Student Assessment (PISA) yang menguji kemampuan siswa usia 15 tahun di 91 negara. Salah satu temuannya adalah siswa Indonesia senang melakukan riset.
Sebelumnya, PISA adalah studi yang menguji kemampuan membaca, sains, dan matematika siswa berusia 15 tahun di negara-negaraOECD. Studi ini dilakukan setiap 3 tahun dengan sampel yang diambil dari berbagai wilayah di negara tersebut.
PISA 2025 melibatkan 760.000 siswa di 91 negara dan wilayah ekonomi. Sebanyak 14.168 di antaranya adalah siswa dari 419 sekolah di Indonesia.
Andreas Schleicher, Direktur untuk Pendidikan dan Keterampilan OECD mengatakan siswa Indonesia menonjol karena senang mencari bukti lain saat mempelajari sesuatu. Kendati demikian, mereka lebih percaya akal sehat.
"Ketika bukti dan common sense bergabung, akal sehat akan menang," ujarnya dalam video yang ditayangkan oleh Youtube EduSkills OECD dikutip Rabu (9/9/2026).