Meski memiliki bentuk, rasa, dan karakter yang berbeda, tanaman-tanaman tersebut masih berada dalam satu keluarga botani. Karena itu, semangka dan labu ternyata memiliki hubungan kekerabatan yang cukup dekat.
Apel menempati peringkat ketiga dengan produksi global sekitar 97 juta ton per tahun. Buah ini tumbuh dengan baik di wilayah beriklim sedang dan memiliki beragam varietas, serta dapat dikonsumsi langsung, dijadikan jus, maupun dimasak.
Salah satu fakta menarik tentang apel berkaitan dengan kemampuannya untuk mengapung di air. Apel memiliki banyak ruang udara di dalam jaringan buahnya. Sekitar seperempat volume apel dapat berupa udara, sehingga kepadatan rata-ratanya lebih rendah dibandingkan dengan air.
Itulah sebabnya, ketika dimasukkan ke dalam air, apel cenderung mengapung dan tidak langsung tenggelam. Tingkat daya apungnya sendiri dapat berbeda bergantung pada varietas dan karakter buah.
Anggur menempati peringkat keempat dengan produksi global mencapai 72 juta ton per tahun. Buah ini dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk, mulai dari dimakan langsung, diolah menjadi kismis, hingga difermentasi menjadi minuman anggur, sehingga membuatnya cukup serbaguna.
Anggur juga dikenal memiliki rasa manis alami yang berasal dari kandungan gula di dalam buah. Namun, tingkat kemanisannya tidak selalu sama. Rasa anggur dapat berbeda-beda tergantung pada varietas dan tingkat kematangan buah saat dipanen.