Khozin mengatakan kegiatan ini merupakan ekspresi kecintaan PKB terhadap santri dan pesantren yang secara historis menjadi bagian dari akar kelahiran partai. Dia menuturkan pesantren bukan sekadar penjaga tradisi tapi juga penggerak peradaban.

"Apa tujuannya? Agar kegiatan PKB Award ini selain merupakan wujud konkrit daripada rasa cinta partai ini terhadap keberadaan dan kontribusi santri dan pesantren, juga nantinya diharapkan menjadi trigger agar di kemudian hari banyak juga insan pesantren yang lebih peduli lagi terhadap lingkungan, lebih melek terhadap digital, dan lebih produktif dalam karya-karya, baik itu jurnalistik, baik itu karya seni," tuturnya.

Khozin mengatakan PKB Award dirancang untuk mendekatkan ekosistem santri dan pesantren dengan berbagai persoalan aktual. PKB ingin mendorong pesantren dan santri agar terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital, memperkuat kepedulian lingkungan, meningkatkan budaya literasi, serta mengembangkan kreativitas dan kebudayaan Islam.

"Merawat tradisi bukan berarti menolak inovasi. Kita menjaga yang lama yang baik dan mengambil yang baru yang lebih baik. Itulah nilai yang terus dirawat PKB," ujarnya.

Dia mengatakan nilai-nilai Islam harus menjadi pijakan moral dalam tata kelola kehidupan publik, baik di bidang pendidikan, lingkungan, kebudayaan, maupun teknologi. Dengan demikian, dia mengatakan modernisasi tidak kehilangan arah etik, sementara tradisi tetap memiliki ruang untuk berkembang.