NADIKABAR.COM — Wakil Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa Faisol Riza mengusulkan kepada pemerintah mengenai pembentukan sebuah badan yang menjamin ketersediaan bahan baku untuk industri.
“Wajar kalau ada usulan dibentuk sebuah badan yang namanya Badan Penjamin Bahan Baku Industri,” kata Faisol dalam acara diskusi publik di Kantor DPP PKB, Jakarta, Jumat.
Ia menjelaskan usulan tersebut wajar karena berkaitan dengan salah satu syarat untuk mewujudkan kemandirian industri di tanah air, yakni kemandirian bahan baku.
“Hampir semua industri membutuhkan bahan baku. Namun, bahan baku kita itu rata-rata impor. Rata-rata itu datangnya dari impor. Hampir semua yang kita produksi, semua sektor itu bahan bakunya impor,” katanya menekankan.
Padahal, kata dia, Indonesia memiliki banyak bahan mentah untuk diolah menjadi bahan baku industri.
“Bahan mentah kita punya, tetapi bahan mentah belum tentu jadi bahan baku kalau tidak kita olah,” ujarnya.
Ia pun memandang pemerintah seharusnya menjamin adanya bahan baku untuk kebutuhan industri nasional.
“Seharusnya kita jamin adanya (bahan baku, red.), dan kita produksi lebih banyak di dalam negeri,” katanya.
Oleh sebab itu, dia mengatakan usulan pembentukan badan penjamin bahan baku industri menjadi wajar.
“Kalau tidak ada yang urus bahan baku, maka industrinya juga sulit untuk dioptimalkan,” ujarnya.
Di sisi lain, dia memandang pembentukan badan tersebut tetap diperlukan meskipun saat ini sudah ada Kementerian Perindustrian.
“Kementerian Perindustrian memang memiliki kewenangan untuk bisa mengeluarkan berbagai macam kebijakan, tetapi memastikan di lapangan bahan baku harus ada itu hanya bisa dilakukan oleh sebuah institusi tersendiri yang menjamin bahan baku ada,” katanya.
Selain mengusulkan hal tersebut, Faisol juga mengatakan perlunya pembentukan sebuah badan terkait teknologi terapan industri.
“Badan Teknologi Terapan Industri ini penting untuk menjamin keberlangsungan teknologi industri yang digunakan di berbagai macam pabrik, dan di berbagai macam sektor,” katanya menambahkan.