Dia menilai pemulihan pascabencana tak cukup hanya dengan membangun kembali rumah dan fasilitas umum yang rusak. Menurutnya, kondisi psikologis warga, terutama anak-anak, juga perlu mendapat perhatian.

"Kita melihat masyarakat masih belum berani tidur di dalam rumah. Setiap hari masih merasakan gempa. Malam hari mereka tidur di tenda, sekolah pun masih berlangsung di tenda. Artinya, rasa trauma itu masih sangat kuat," katanya.

Kholid mengatakan pendampingan psikologis perlu dilakukan secara berkelanjutan. Hal itu, kata dia, agar warga perlahan kembali merasa aman dan bisa menjalani aktivitas sehari-hari.