NADIKABAR.COM — Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw memfasilitasi pertemuan Bank Indonesia dan Bank Sentral Papua Nugini (Bank of Papua New Guinea) untuk membahas perkembangan transaksi dan aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan Indonesia-Papua Nugini (PNG).

Pertemuan yang berlangsung di kawasan PLBN Skouw dan Pasar Skouw, Jayapura, tersebut menjadi forum untuk memperoleh gambaran langsung mengenai aktivitas perdagangan lintas batas, peredaran mata uang, serta tantangan sistem pembayaran yang dihadapi masyarakat di kawasan perbatasan.

Kepala PLBN Skouw, Ni Luh Puspa Jayaningsih, menyampaikan bahwa aktivitas masyarakat PNG yang melintas melalui PLBN Skouw terus menjadi bagian penting dalam dinamika kawasan perbatasan, termasuk aktivitas ekonomi yang berlangsung di Pasar Skouw.

"Kami melihat masih terdapat transaksi di Pasar Skouw yang menggunakan mata uang Kina Papua Nugini. Kondisi ini menjadi salah satu perhatian yang perlu ditindaklanjuti bersama melalui edukasi dan koordinasi antarinstansi," ujar Ni Luh Puspa Jayaningsih dalam keterangan tertulis, Jumat (25/9/2026).

Menurutnya, pemahaman pelintas dan pedagang mengenai ketentuan penggunaan mata uang di wilayah Indonesia perlu terus diperkuat. Hal tersebut penting agar aktivitas ekonomi masyarakat perbatasan berlangsung sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Edukasi kepada pelintas dan pedagang menjadi penting, termasuk untuk meningkatkan pemahaman masyarakat PNG mengenai penggunaan Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah di wilayah Indonesia," ungkapnya.