NADIKABAR.COM — PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT) bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTT mempercepat pembangunan jaringan listrik untuk 17 desa pelosok di lima kabupaten melalui kerja sama penggunaan kawasan hutan.
General Manager PLN UIW NTT F. Eko Sulistyono di Kupang, Kamis mengatakan kehadiran listrik hingga pelosok merupakan bagian dari upaya menghadirkan pembangunan dan akses energi secara merata bagi masyarakat.
“PLN mengemban dua tugas utama: menjaga kesehatan perusahaan sekaligus menjalankan amanah negara untuk meratakan pembangunan. Peningkatan rasio elektrifikasi di NTT adalah bagian dari ikhtiar kami mengamalkan nilai-nilai Pancasila, menghadirkan terang bagi masyarakat hingga ke pelosok,” katanya.
Hal ini disampaikannya usai pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) penggunaan kawasan hutan untuk mendukung Program Listrik Desa (Lisdes) di NTT.
Ia menjelaskan, sepanjang 2025 PLN NTT telah menyelesaikan pembangunan listrik desa di 158 lokasi di NTT. Pada 2026, kemudahan perizinan dan kepastian legalitas menjadi salah satu faktor penting dalam pembangunan jaringan listrik yang berada di dalam atau melintasi kawasan hutan.