Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk membangun rantai pasok yang efisien sekaligus menciptakan pusat-pusat ekonomi baru di daerah.

"Semua sumber biomassa itu ada di dekat titik-titik pembangkit milik PLN. Dekat sekali. Potensi ini harus kita bangun menjadi sebuah ekosistem agar memberikan nilai tambah, bukan hanya untuk sektor energi, tetapi juga bagi masyarakat dan pelaku usaha di daerah," ujar Hokkop saat berbicara dalam Aspebindo Bioenergy Business Summit 2026 di Jakarta.

PLN EPI mencatat potensi ketersediaan bahan baku energi hayati di Indonesia mencapai sekitar 83,4 juta ton per tahun, dengan Sumatera memiliki potensi terbesar sekitar 42,8 juta ton, diikuti Kalimantan 18,9 juta ton, dan Jawa 13,1 juta ton.