NADIKABAR.COM — PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mengajak pengusaha daerah mengelola sampah menjadi barang bernilai ekonomis sekaligus memperkuat rantai pasok biomassa.

Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, mengatakan pengembangan bioenergi membuka ruang bisnis baru bagi pengusaha daerah, terutama dalam membangun rantai pasok biomassa dari sumber bahan baku hingga pembangkit listrik.

"Kami mendorong pelaku usaha lokal ikut mengolah limbah dan sampah menjadi bahan bakar bernilai ekonomi," kata Hokkop saat Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Jawa Barat di Bekasi, Jawa Barat.

Menurut dia, kebutuhan biomassa untuk mendukung program co-firing pada pembangkit listrik PLN cukup besar.

Terdapat 52 lokasi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dengan total kapasitas terpasang 18.154 megawatt (MW) yang memiliki kebutuhan biomassa sekitar 9 juta ton per tahun.

"Jadi, bisnis ini melibatkan sebanyak mungkin pengusaha lokal," kata Hokkop.

Ia menjelaskan rantai pasok biomassa dapat dibangun melalui berbagai model, mulai dari pengumpulan bahan baku, pengolahan, penyimpanan hingga pengiriman ke pembangkit.

Dalam skema yang disiapkan PLN EPI, pengusaha dapat terlibat sebagai pengelola subhub, hub maupun main hub.