NADIKABAR.COM — PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mendukung program pengelolaan sampah terdesentralisasi sebagai upaya mengolah sampah lebih dekat dengan sumbernya sekaligus membuka peluang menjadi sumber energi dan produk bernilai tambah.

Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, mengatakan program tersebut membuka peluang untuk memperluas sumber energi berbasis limbah sekaligus mendukung penyelesaian persoalan sampah melalui pendekatan ekonomi sirkular.

"Ketika sampah tidak lagi berhenti sebagai residu, tetapi masuk kembali ke dalam rantai nilai sebagai sumber daya dan energi, pengelolaan sampah dapat menjadi bagian dari solusi ketahanan energi sekaligus pembangunan lingkungan yang berkelanjutan," jelasnya.

Menurut dia, PLN EPI bersama PT Danantara Development Management Fund (DDMF), PT Rekayasa Industri (Rekind), PT Pertamina Power Indonesia (PNRE), dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung telah menandatangani Komitmen Bersama Pengembangan Decentralized Waste Management (DWM)

Penandatanganan yang disaksikan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) ini menjadi langkah awal pengembangan sistem pengelolaan sampah terdesentralisasi di Kota Bandung melalui koordinasi, penjajakan, pengkajian dan penilaian potensi DWM.

Dalam pengembangan tersebut, PLN EPI berperan sebagai calon pembeli atau penyerap produk hasil pengolahan DWM.

PLN EPI akan menyampaikan kebutuhan dan spesifikasi indikatif produk serta melakukan penelaahan awal terhadap aspek teknis, kualitas, kuantitas, kontinuitas, logistik dan potensi pemanfaatannya sebagai bagian dari rantai pasok energi primer.