Menurut dia, pemanfaatan BioCNG itu merupakan tahap awal sebelum PLN mengembangkan fasilitas produksi secara mandiri dengan menggandeng berbagai mitra, khususnya perusahaan yang memiliki sumber bahan baku berupa limbah organik penghasil metana.

Ia mengatakan, sumber bahan baku BioCNG cukup melimpah, terutama limbah cair pabrik kelapa sawit (POME) yang dapat menghasilkan gas metana.

"Perlu banyak mitra untuk penyediaan bahan baku, perlu juga mitra teknologi, dan mitra investasi bersama untuk mendukung pengembangan BioCNG," katanya.

Hokkop menyebut, terdapat sekitar 200 unit Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) yang dikelola PLN di Indonesia.