PLN EPI terus memperkuat ekosistem tersebut. Sepanjang periode 2023-2026, perusahaan telah merealisasikan penyediaan biomassa sebesar 4,77 juta ton.

Saat ini, pasokan untuk kebutuhan cofiring masih didominasi biomassa berbasis kayu dengan porsi lebih dari 77 persen.

Pengembangan bioenergi juga terus diperluas melalui berbagai produk, antara lain biomassa, biochar, syngas, biohidrogen, compressed biogas (CBG), biofuel, dan bioetanol.

Pemanfaatannya diarahkan untuk mendukung cofiring, menggantikan penggunaan bahan bakar pada pembangkit diesel, memenuhi kebutuhan industri, hingga pengembangan bahan bakar berkelanjutan.

Peluang penciptaan green jobs juga sejalan dengan ekspansi energi terbarukan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034.

Dalam skenario ARED, PLN merencanakan tambahan kapasitas energi terbarukan sebesar 12,22 gigawatt (GW) pada periode 2025-2029 atau 44 persen dari total tambahan kapasitas pembangkit sebesar 27,9 GW.

Tambahan kapasitas tersebut terdiri atas PLTS sebesar 5,91 GW, PLTA 3,20 GW, PLTB 1,55 GW, panas bumi 0,95 GW, serta bioenergi 0,61 GW.

Target bauran energi terbarukan pada 2029 dalam skenario tersebut mencapai 19,7 persen.