NADIKABAR.COM β PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mengatakan pertumbuhan kendaraan listrik (EV), elektrifikasi sektor pertambangan, hingga pengembangan pusat data atau data center untuk akal imitasi (AI) mendongkrak pertumbuhan konsumsi listrik.
βPertumbuhan listrik luar biasa. Tahun lalu (pertumbuhan listrik) sudah hampir mendekati 5 persen, tahun ini antara 5β6 persen. Tahun depannya lagi mungkin antara 6β7 persen,β ujar Plh. Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto dalam acara Mineral and Batu bara Convention and Exhibition (Minerba Convex) 2026 yang digelar di Jakarta, Selasa.
Rakhmad memaparkan realisasi penggunaan batu bara untuk memasok pembangkit listrik hingga September 2026 sudah di angka 59 juta ton.
βIni yang dikelola oleh PLN EPI, ya. Di luar yang IPP (Independent Power Producer). Gasnya sudah lebih dari target, BBM-nya sudah 4,4 juta KL,β ujar Rakhmad.
Pertumbuhan konsumsi listrik tersebut, menurut Rakhmad, dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah kendaraan listrik. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian (Kemenperin), jumlah kendaraan listrik berbasis baterai hingga Agustus 2026 mencapai 541.678 unit atau meningkat 134.762 unit apabila dibandingkan populasi pada 2025 yang tercatat sebanyak 406.916 unit.
Selain pertumbuhan kendaraan listrik, Rakhmad juga menyampaikan peningkatan konsumsi listrik disebabkan oleh elektrifikasi alat berat di sektor pertambangan.
βSelain itu, pertanian juga. Jadi, sumur pompa yang di sawah itu beberapa sudah pakai listrik,β kata Rakhmad.
Yang akan menjadi pendorong pertumbuhan konsumsi listrik ke depannya, tutur Rakhmad, adalah pengembangan pusat data yang selaras dengan peningkatan penggunaan akal imitasi (AI).
Rakhmad menyampaikan konsumsi listrik dalam penggunaan AI bisa 4β5 kali lipat lebih tinggi apabila dibandingkan dengan tidak menggunakan AI.
βIni prediksinya akan seperti itu. Jadi, data center ini unbelievable, but thatβs true,β ujar Rakhmad.