NADIKABAR.COM — PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) meningkatkan pemanfaatan biomassa berbasis masyarakat di desa melalui inovasi Biomassa dari Desa atau Biodes.
Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, mengatakan inovasi, yang mengintegrasikan potensi biomassa desa, pertanian terpadu, pemberdayaan masyarakat, dan rantai pasok tersebut, menjadi salah satu upaya perusahaan mendukung keberlanjutan pasokan biomassa untuk program cofiring pembangkit.
"Inovasi Biodes merupakan wujud komitmen PLN EPI dalam membangun ekosistem biomassa yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan energi, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan. Dengan mengintegrasikan potensi biomassa desa, pertanian terpadu, serta rantai pasok yang terkelola, kami berupaya menghadirkan pasokan biomassa yang berkualitas dan berkelanjutan sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam mendukung transisi energi Indonesia," ujar Mamit.
Biodes dikembangkan untuk mengoptimalkan limbah pertanian, perkebunan, dan kehutanan serta tanaman energi yang dibudidayakan pada lahan kering atau marjinal.
Melalui pendekatan tersebut, desa tidak hanya ditempatkan sebagai sumber bahan baku, tetapi menjadi bagian dari ekosistem produksi dan rantai pasok biomassa yang melibatkan petani, BUMDes, pemasok, hingga pembangkit.
Inovasi Biodes ini juga telah dipaparkan tim PLN EPI yang terdiri atas Khalda Az Zahra, Pandu Trijaka, dan Nurlita Dewi Utami dalam sesi Knowledge Hub Enlit Asia MKI Electricity Connect 2026.
Berdasarkan data Kementerian ESDM tahun 2022, yang digunakan dalam pengembangan Biodes, ketersediaan biomassa berbasis limbah siap pakai memiliki keterbatasan dari sisi volume dan keberlanjutan pasokan.
Potensinya diperkirakan mencapai titik jenuh pada sekitar 2,4 juta ton, sementara masih terdapat kesenjangan pasokan sekitar 7,6 juta ton untuk memenuhi target cofiring dalam RUPTL 2025-2034.