NADIKABAR.COM — PT PLN Indonesia Power (PLN IP) mengembangkan pencampuran bahan bakar (co-firing) pembangkit listrik dengan hidrogen dan amonia untuk mendorong pembangkitan yang lebih efisien dan rendah emisi.

Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, mengatakan pihaknya terus memperkuat komitmen dalam mendukung transisi energi nasional melalui pengembangan inovasi teknologi pembangkitan yang lebih efisien dan rendah emisi.

Salah satunya dilakukan melalui pengujian co-firing hidrogen pada pembangkit gas serta co-firing amonia pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) sebagai upaya mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan mendorong dekarbonisasi.

"Inovasi ini menjadi bagian dari langkah PLN Indonesia Power dalam mengoptimalkan teknologi pembangkitan sekaligus mengeksplorasi alternatif bahan bakar yang mendukung keberlanjutan sistem ketenagalistrikan nasional," ujar Bernadus.

Pada pengembangan co-firing hidrogen, PLN Indonesia Power menjadikan PLTDG Pesanggaran, Denpasar, Bali, sebagai salah satu pionir pengujian teknologi tersebut di Indonesia.

Pengujian dilakukan dengan mencampurkan sejumlah gas hidrogen dengan gas alam sebagai bahan bakar mesin pembangkit untuk menyubstitusi sebagian penggunaan gas alam.

PLN Indonesia Power telah melakukan tiga kali pengujian co-firing hidrogen di PLTDG Pesanggaran dengan rasio campuran yang terus ditingkatkan.

Rasio pengujian tercatat sebesar 2 persen pada 2022, meningkat menjadi 7 persen pada 2024, dan mencapai 23 persen pada 2025.