β€œEnergi adalah fondasi bagi kemandirian sebuah bangsa. Ketika kita mampu mengoptimalkan kekuatan dan potensi energi dalam negeri, kita tidak hanya memperkuat ketahanan energi, tetapi juga membuka ruang yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya saing Indonesia. Dalam proses tersebut, insan pers memiliki peran penting untuk mengawal, menginformasikan, dan memperkaya pemahaman publik mengenai perjalanan kemandirian energi Indonesia,” ujar Darmawan dalam keterangannya pada Kamis.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, mengatakan PJA 2026 kembali membuka enam kategori untuk memberikan ruang bagi beragam bentuk karya jurnalistik, yaitu Teks Hard News, Teks Feature, Foto Tunggal, Foto Cerita, Video Hard News, dan Video Feature.

Karya yang didaftarkan wajib berbahasa Indonesia dan telah dipublikasikan atau disiarkan di media massa yang bersifat umum pada periode 23 Oktober 2025 hingga 6 November 2026.

β€œKeragaman format karya memberikan kesempatan bagi jurnalis untuk mengangkat isu energi dari berbagai sudut pandang dan menyampaikannya dengan kekuatan masing-masing karya jurnalistik. Kami berharap PJA 2026 ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, namun juga wadah untuk menyuarakan cerita bagaimana energi hadir dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” kata Gregorius.