Menurut Roberth, keterlibatan 26 UMKM dalam Papua Spark 2026 diharapkan dapat meningkatkan transaksi ekonomi sekaligus membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat.

"Untuk itu kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut juga menjadi momentum memperkenalkan penggunaan energi listrik sebagai bagian dari perubahan gaya hidup masyarakat menuju pemanfaatan energi yang lebih berkelanjutan,"ujarnya.

Dia menjelaskan, saat ini masyarakat Papua sudah mulai beradaptasi dengan pemanfaatan energi listrik, termasuk mengenal kendaraan listrik sebagai salah satu alternatif penggunaan energi dalam sektor transportasi.