"Kehadiran fasilitas ini sekaligus memperkuat jaringan layanan pengisian daya PLN UID S2JB di Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu," katanya.

Dia menambahkan, saat ini PLN UID S2JB telah memiliki total 87 unit pengisi daya mobil listrik yang tersebar di 69 lokasi SPKLU, serta didukung satu unit SPKLU Mobile.

Untuk kendaraan listrik roda dua, tersedia pula 40 unit fasilitas pengisian daya di 40 titik dan sebaran infrastruktur tersebut terus diperkuat agar penggunaan kendaraan listrik semakin praktis bagi masyarakat.

Menurut Diksi, pengembangan SPKLU tidak hanya berorientasi pada penambahan jumlah fasilitas, tetapi juga memastikan keberadaannya benar-benar memberikan manfaat bagi pengguna kendaraan listrik.

"Infrastruktur harus tumbuh mengikuti kebutuhan dan pola mobilitas masyarakat," jelasnya.

Tingginya kebutuhan terhadap layanan pengisian daya tercermin dari peningkatan pemanfaatan SPKLU di wilayah kerja PLN UID S2JB.

Jumlah transaksi pengisian daya meningkat dari 1.958 kali pada 2024 menjadi 11.726 kali pada 2025, bahkan hingga Agustus 2026, transaksi telah mencapai 28.176 kali.

Pertumbuhan juga terlihat dari konsumsi energi kendaraan listrik di mana pemakaian listrik melalui SPKLU meningkat dari 44.917 kWh pada 2024 menjadi 309.243 kWh pada 2025, dan telah mencapai 762.975 kWh hingga Agustus 2026.

Diksi menilai tren tersebut memperlihatkan bahwa layanan SPKLU semakin menjadi bagian dari kebutuhan kelistrikan masyarakat.