Ia menyebut program tersebut memanfaatkan listrik PLN dengan daya 1.300 volt ampere untuk menunjang kegiatan pertanian melon sehingga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, kualitas dan kuantitas hasil pertanian.
Ia menjelaskan elektrifikasi membuat pemanfaatan listrik tidak lagi sekadar untuk penerangan, tetapi menjadi bagian dari sistem budidaya melon. Teknologi tersebut membantu petani mengatur penyiraman dan pemberian nutrisi secara presisi serta menjaga suhu kebun, sehingga pertumbuhan tanaman lebih optimal dan menghasilkan melon dengan ukuran serta tingkat kemanisan yang relatif seragam.
Ia menyatakan program TJSL tersebut melibatkan generasi muda melalui pemberdayaan petani melon yang tergabung dalam kelompok usaha bersama MEGO.ID.
Menurut dia, keterlibatan generasi muda dalam pengembangan pertanian menjadi salah satu hal penting dalam program tersebut karena sektor pertanian masih memiliki peluang ekonomi yang dapat dikembangkan dengan dukungan teknologi.