Tak ada korban jiwa mau pun terluka dan tak ada bangunan lain terbakar. Menurut dia, kebakaran dipicu korsleting listrik. "Penyebabnya korslet karena api muncul dari dalam bangunan itu," ujar Fransisikus.
Layanan listrik untuk ratusan rumah, sekolah, rumah ibadah, hingga fasilitas kesehatan terdampak kebakaran PLTS tersebut.
"Yang dilayani atau digunakan pakai listrik tenaga surya ada 115 rumah dan fasilitas umum, Pustu, SDK Lopijo, SMPN 5 Aimere, rumah ibadah, kantor desa, posyandu," jelas Fransisikus.