NADIKABAR.COM — Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mendesak Amerika Serikat dan China—dua negara terdepan dalam perkembangan kecerdasan buatan (AI)—untuk mencapai kesepakatan guna mengendalikan teknologi tersebut.

Albanese menyampaikan seruan tersebut saat mengunjungi markas besar raksasa teknologi Apple di Cupertino, California, dalam perjalanannya menuju New York untuk menghadiri sidang Majelis Umum PBB pada pekan depan.

Ia mendesak Washington dan Beijing untuk bekerja sama membentuk kesepakatan internasional yang serupa dengan perjanjian non-proliferasi nuklir, yang ditandatangani pada 1970, untuk menghentikan penyebaran senjata nuklir.

"Faktanya, mereka adalah dua raksasa utama di bidang ini, jadi kami ingin melihat adanya kerja sama," ujar Albanese pada Minggu.