NADIKABAR.COM — Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengakui Ottawa sepanjang tahun lalu mempersiapkan rencana kontingensi atas "risiko ekstrem" dari aksi militer Amerika Serikat ke negaranya, termasuk ancaman invasi militer.

Saat ditanya seserius apa Ottawa merespons ancaman Presiden AS Donald Trump untuk menjadikan Kanada sebagai "negara bagian ke-51", Carney berkata kepada The New York Times bahwa pihaknya terus memantau kemungkinan invasi AS selama setahun belakangan.

"Saya pikir kami punya tanggung jawab dalam posisi ini untuk mengkaji risiko paling ekstrem ... sekadar manajemen risiko. Memang itu bukan skenario dasarnya, tetapi kalau tidak dilakukan tentu kami jadi tidak bertanggung jawab," kata Carney dalam wawancara yang dirilis Rabu.

Menurut PM Kanada, langkah pihaknya mempersiapkan risiko terburuk itu membuat Ottawa berupaya mengurangi ketergantungannya terhadap Washington.