NADIKABAR.COM — Perdana Menteri (PM) Inggris Andy Burnham menyerukan debat terbuka yang berbasis bukti mengenai kemungkinan pemulihan pergerakan bebas (free movement) antara Inggris dan Uni Eropa (UE), seiring pemerintahnya mempertimbangkan opsi untuk mempererat hubungan dengan blok tersebut, demikian dilaporkan media lokal pada Sabtu (24/10).

"Saya rasa kita harus menggelar debat yang sangat faktual dan cukup berbasis bukti mengenai hal ini," kata Burnham kepada The Sunday Times dalam sebuah wawancara. PM Inggris itu mengakui bahwa pergerakan bebas sebelum Brexit memang menimbulkan tantangan besar, namun berargumen bahwa pola migrasi telah berubah sejak Inggris meninggalkan UE. Burnham mengatakan bahwa keseimbangan migrasi telah berubah, seraya menekankan perlunya "diskusi jujur" tentang perbedaan antara pola migrasi masa lalu dan masa kini. Dia juga menyoroti hilangnya akses Inggris terhadap mekanisme pertukaran informasi migrasi UE pasca-Brexit, termasuk Eurodac, yang merupakan basis data biometrik UE yang digunakan untuk membantu mengelola permohonan suaka. Namun, Burnham menepis kemungkinan merekomendasikan agar Inggris mengadopsi euro atau bergabung dengan Kawasan Schengen, yang sebagian besar pemeriksaan perbatasan internalnya telah dihapuskan. Burnham dijadwalkan bertemu para pemimpin UE dalam sebuah pertemuan tingkat tinggi di Brussel pada 20 November.

Dia juga telah mengisyaratkan akan memaparkan sejumlah opsi bagi hubungan Inggris dengan UE di masa depan dalam pertemuan itu. Manifesto pemilu 2024 Partai Buruh, yang kini dipimpin Burnham, menolak memulihkan pergerakan bebas, bergabung kembali dengan pasar tunggal UE, atau masuk ke dalam serikat kepabeanan. Burnham sebelumnya berjanji untuk menghormati komitmen tersebut, yang mengisyaratkan bahwa perubahan mendasar dalam hubungan Inggris dengan UE berkemungkinan kecil terjadi sebelum pemilu berikutnya.