Meloni mengatakan masih belum jelas apakah serangan siber terhadap fasilitas penyimpanan plasma darah di Prancis, ancaman bom palsu yang melibatkan pesawat, serta serangan yang menargetkan pasokan pangan saling berkaitan.Namun, menurut dia, seluruh insiden tersebut menunjukkan adanya satu kekhawatiran yang sama, yakni bahwa infrastruktur sipil, termasuk sektor pangan, rumah sakit, sistem layanan kesehatan, dan sarana transportasi, telah menjadi sasaran serangan.PM Italia itu pun menegaskan bahwa dalam situasi saat ini, belanja pertahanan dan keamanan tidak seharusnya dipandang semata-mata sebagai pengeluaran untuk membeli senjata, melainkan sebagai investasi untuk melindungi kehidupan sehari-hari masyarakat.Dia menyebut sebuah insiden ketika peretas berupaya mengubah pengaturan suhu lemari pendingin yang digunakan untuk menyimpan darah bagi keperluan transfusi.
Menurut Meloni, persediaan darah tersebut pada akhirnya tetap aman berkat sistem keamanan yang memerlukan investasi finansial.Meloni menyebut argumen yang menyatakan bahwa sumber daya yang dialokasikan untuk pertahanan dan keamanan dialihkan dari layanan kesehatan atau rumah sakit sebagai "tidak masuk akal."Sebelumnya pada Jumat, kantor berita Italia ANSA melaporkan bahwa sebuah penerbangan Wizz Air dari Praha menuju Roma menerima ancaman bom.