NADIKABAR.COM — Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan dukungannya terhadap Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dan menegaskan komitmen negaranya terhadap multilateralisme di tengah sanksi Amerika Serikat terhadap pengadilan tersebut.
Takaichi yang berpidato pada Sidang Majelis Umum PBB di New York, Selasa, menggambarkan Jepang sebagai negara cinta damai yang selama ini mempertahankan kebijakan yang berorientasi khusus pada pertahanan.
Dia juga menepis kritik China bahwa program penguatan pertahanan pemerintahannya mencerminkan kebangkitan neo-militerisme.
Pidato di PBB tersebut merupakan pidato pertamanya sebagai perdana menteri. Pidato itu disampaikan ketika keraguan masih membayangi kemampuan lembaga global berusia 81 tahun tersebut dalam menghadapi berbagai tantangan terhadap tatanan berbasis aturan, termasuk perang di Timur Tengah, konflik Rusia-Ukraina, serta program nuklir dan rudal Korea Utara.