NADIKABAR.COM — Perdana Menteri Kanada Mark Carney pada Kamis (15/10) memperingatkan bahwa "ada sejumlah pihak di luar perbatasan" yang berupaya memecah belah Kanada agar pihak itu dapat "menguasai Kanada".
Carney pun mendesak Provinsi Alberta yang kaya akan minyak untuk menolak proses menuju pemisahan diri dalam referendum yang akan digelar pada Senin (19/10).
"Ada pihak-pihak di luar perbatasan kita yang berupaya memecah belah kita agar mereka dapat menguasai kita," kata Carney dalam rapat umum yang mendukung persatuan di Calgary.
"Perlu ditegaskan, referendum ini berlangsung pada saat yang paling tidak tepat," kata dia memperingatkan tentang dunia yang semakin berbahaya dan terpecah belah.
Carney mendesak para pemilih untuk memberikan keputusan yang tegas pada 19 Oktober. Dia mengatakan bahwa pemisahan diri akan memicu "perpecahan mendalam dan ketidakpastian besar selama bertahun-tahun."
"Memilih untuk memisahkan diri dari Kanada adalah langkah spekulatif yang berbahaya, yang akan berujung pada ketidakpastian mendalam dan hilangnya berbagai peluang selama bertahun-tahun," ujar dia.
Carney mengakui kekecewaan yang telah lama dirasakan warga Alberta terhadap Ottawa terkait sumber daya energi. Dia menyoroti usulan pembangunan jalur pipa Pacific Link yang menurutnya akan menciptakan lebih dari 140.000 lapangan kerja dan mengurangi ketergantungan terhadap AS.
"Biarkan Alberta memimpin, bukan justru pergi," tegas dia.
Referendum pada Senin nanti mencakup 10 pertanyaan mengenai imigrasi, layanan publik, kewenangan konstitusional, serta masa depan Alberta di dalam Kanada.
Pertanyaan terkait pemisahan diri berfokus pada apakah akan memulai proses hukum menuju pemungutan suara yang mengikat, bukan secara langsung memutuskan kemerdekaan.
Premier Danielle Smith mendukung agar Alberta tetap menjadi bagian dari Kanada, namun dia mendukung sembilan usulan lainnya.
Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia