Dalam konteks tersebut, ia menekankan pentingnya menetapkan jadwal yang jelas untuk melaksanakan komitmen yang tercantum dalam kerangka yang dimediasi AS dan ditandatangani Lebanon dan Israel pada 26 Juni.
Salam juga menyerukan mekanisme pemantauan yang “kredibel” untuk mengawasi pelaksanaan dan mencegah ketidakpatuhan menghambat proses tersebut.
Perdana menteri mengatakan kerangka tripartit tersebut tidak hanya mencakup pengaturan keamanan, tetapi juga mendukung bantuan, pemulihan, rekonstruksi, dan pemulangan warga yang mengungsi.
Salam meminta dukungan AS dan masyarakat internasional bagi pemulihan Lebanon dan pemulangan warga yang mengungsi, khususnya di wilayah yang terdampak perang, sekaligus mendesak kelanjutan dukungan AS untuk memperkuat Angkatan Bersenjata Lebanon.
Sementara itu, Rubio menegaskan kembali “komitmen kuat” AS untuk mendukung pelaksanaan kerangka tripartit oleh Lebanon, yang menurutnya “merupakan satu-satunya jalan menuju perdamaian yang langgeng antara Lebanon dan Israel”, kata Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan.