"Lebanon harus bergerak maju untuk memperluas kewenangan negara Lebanon atas seluruh wilayahnya," ujar Salam.

"Memastikan bahwa senjata hanya dimiliki oleh negara," sambungnya.

Pemerintah Lebanon dalam beberapa waktu terakhir berupaya memperkuat kendali negara atas keamanan dan persenjataan. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres sebelumnya juga menyambut langkah pemerintah Lebanon menuju monopoli negara atas senjata.

Pertemuan Salam dan Pezeshkian menjadi salah satu pertemuan diplomatik penting di sela Sidang Umum PBB tahun ini. Keduanya bertemu ketika konflik di Timur Tengah masih berlangsung dan hubungan Beirut-Teheran menghadapi sejumlah ketegangan.

Presiden Lebanon Joseph Aoun dalam wawancara dengan AFP pekan lalu juga mengatakan hubungan bilateral dengan Iran harus dibangun berdasarkan prinsip saling menghormati dan tidak mencampuri urusan dalam negeri masing-masing negara.

Pertemuan Salam dengan Pezeshkian juga menjadi bagian dari upaya Beirut untuk menata kembali hubungan dengan Teheran. Dalam pertemuan tersebut, Salam menyampaikan keinginan Lebanon untuk membuka "lembaran baru" dalam hubungan kedua negara.