NADIKABAR.COM — Pemerintah Malaysia menambah kuota bahan bakar minyak (BBM) subsidi untuk mengatasi kenaikan biaya hidup warga di negara tersebut. Tak hanya itu, Malaysia juga menambah pendanaan untuk pedagang kecil dan sekolah guna mendukung dunia usaha di Negeri Jiran.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengumumkan program tersebut dijadwalkan berlaku efektif mulai 1 September 2026. Kebijakan ini disampaikan di tengah tekanan terhadap Anwar untuk mengatasi kenaikan biaya hidup di Malaysia.
perekonomian Malaysia sendiri mencatatkan pertumbuhan lebih besar dibandingkan negara lain di kawasan. Produk domestik bruto (PDB) Malaysia tumbuh 6 persen pada kuartal II 2026, melampaui proyeksi resmi pemerintah.
Reuters melaporkan pemerintah Malaysia akan mengembalikan kuota pembelian bahan bakar transportasi RON 95 bagi warganya menjadi 300 liter per bulan. Sebelumnya, kuota tersebut telah dikurangi menjadi 200 liter per bulan pada awal tahun di tengah lonjakan harga minyak mentah global akibat perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran. Kuota pembelian solar untuk kategori pengguna tertentu juga akan dinaikkan menjadi 400 liter per bulan.