NADIKABAR.COM — Perdana Menteri Mongolia Nyam-Osor Uchral pada hari Senin (27/10) waktu setempat, menggambarkan kebakaran besar di padang rumput Mongolia timur, yang diduga dipicu oleh konvoi yang dioperasikan oleh perusahaan yang diinvestasikan Jepang, sebagai masalah serius.

Kebakaran terjadi pada 8 Oktober di zona inti Kawasan Lindung Ketat Numrug di Provinsi Dornod, dan sepenuhnya dipadamkan pada 16 Oktober.

Investigasi awal menunjukkan bahwa kebakaran tersebut mungkin dipicu oleh konvoi yang dioperasikan oleh Mobicom, sebuah perusahaan telekomunikasi Mongolia dengan investasi Jepang.

"Sekitar 80 persen wilayah Kawasan Perlindungan Ketat Numrug terdampak kebakaran. Ini bukan sekadar persoalan lahan yang terbakar. Ini merupakan kerugian serius bagi lingkungan alam Mongolia yang masih terjaga keasliannya, spesies satwa liar dan tumbuhan langka, serta warisan alam yang harus kita lestarikan untuk generasi mendatang," kata Uchral.

"Tidak seorang pun boleh lolos dari pertanggungjawaban atas kerusakan ini. Penyelidikan harus memastikan siapa yang memberikan izin masuk ke kawasan perlindungan, untuk tujuan apa, siapa yang bertanggung jawab memastikan keselamatan dari kebakaran, serta tindakan apa yang diambil setelah kebakaran terjadi. Setiap persoalan terkait kegiatan operasional Mobicom juga harus diselidiki sesuai dengan hukum dan berdasarkan bukti," tegasnya.

Uchral juga menekankan bahwa pemerintah mendukung investasi asing, tetapi dukungan tersebut tidak membebaskan investor dari kewajiban hukum maupun pertanggungjawaban.

"Siapa pun yang beroperasi di Mongolia harus mematuhi hukum dan peraturan Mongolia," ujarnya.

Uchral menginstruksikan Menteri Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim Tsend Sandag-Ochir agar meminta para ahli terkait menilai kondisi lahan yang terdampak, vegetasi yang hancur, habitat satwa liar yang rusak, serta keseluruhan kerugian lingkungan, dan menyusun rencana pemulihan.

Dia juga menginstruksikan Menteri Kehakiman dan Urusan Dalam Negeri Ganzorig Temuulen untuk memastikan bahwa para pejabat yang tidak menjalankan tugas dengan semestinya sesuai dengan hukum dimintai pertanggungjawaban.

Kawasan Perlindungan Ketat Numrug merupakan salah satu ekosistem alam paling terjaga di Mongolia timur dan menjadi habitat bagi beragam satwa liar, termasuk spesies langka dan terancam punah.

Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim Mongolia, kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 530.000 hektare lahan, termasuk sekitar 470.000 hektare area di dalam kawasan perlindungan, yang setara dengan 79,8 persen dari total luas kawasan tersebut.

Hanya sekitar 30 persen dari area yang terbakar dapat diakses kendaraan dan alat berat. Sebuah tim yang bertugas menjangkau 70 persen wilayah sisanya dijadwalkan bertolak dari Ulan Bator menggunakan pesawat pada Selasa (27/10).