NADIKABAR.COM — Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Selatan memberikan edukasi kesehatan kepada anak-anak penyintas bencana di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, sebagai upaya meningkatkan pengetahuan di tengah kondisi lingkungan yang mengalami perubahan.
"Edukasi kesehatan ini penting untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai perilaku hidup bersih dan sehat, terutama dalam kondisi pasca bencana. Kami berharap edukasi yang diberikan dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari," kata Ketua PMI Jakarta Selatan Mundari di Jakarta, Senin.
Kegiatan edukasi kesehatan tersebut telah berlangsung sejak 15 September 2026 di sejumlah lokasi, salah satunya di Desa Aeramo dan Sekolah Dasar Kristen Wolorae, Kecamatan Aesesa.
Materi yang diberikan meliputi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), enam langkah mencuci tangan, Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) dan rabies, diare, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), serta Demam Berdarah Dengue (DBD).
Agar materi mudah dipahami anak-anak, edukasi dilakukan melalui berbagai metode, seperti nyanyian, permainan dadu edukatif, penyampaian materi, hingga praktik langsung mencuci tangan menggunakan sabun.
Mundari menjelaskan kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam penanganan pasca bencana karena risiko munculnya berbagai penyakit dapat meningkat akibat perubahan kondisi lingkungan.
Anak-anak, kata dia, menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian karena tetap harus beraktivitas, belajar, dan bermain selama masa pemulihan.
Melalui edukasi kesehatan, PMI mengajak anak-anak untuk mengenali, memahami, dan mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
"Edukasi tersebut diharapkan dapat membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat yang terus diterapkan selama masa pemulihan maupun setelah kondisi kembali normal," katanya.
Berdasarkan data penerima manfaat, kegiatan tersebut diikuti 117 orang yang terdiri atas 101 anak-anak berusia 0-19 tahun dan 16 orang dewasa. Dari jumlah tersebut, tercatat 57 laki-laki dan 60 perempuan.
Program promosi kesehatan PMI tersebut didukung oleh International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC), International Committee of the Red Cross (ICRC), serta sejumlah mitra Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, di antaranya Palang Merah Australia, Palang Merah Amerika, dan Palang Merah Jepang.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan relawan PMI setempat serta relawan PMI dengan spesialisasi tertentu yang didatangkan dari sejumlah wilayah, termasuk DKI Jakarta dan Provinsi Bali.